Selasa, 07 Juni 2011

LAMPU MERAH YANG TAK PERNAH LAGI MENYALA

Oleh : tri wahyudi.

Ada satu pemandangan yang menurutku, aneh dan ironis, di tengah-tengah daerah yang terbiasa disebut sebagai salah satu kota penyangga Ibu kota, yach di sebuah persimpangan jalan yang sudah ribuan kali aku lewati, teronggok lampu merah dengan menampakan wajah sedih dan lusuhnya, menandakan usianya yang tak lagi muda, sebagian kulit pembalut tulangnya sudah banyak yang terkelupas, terdorong rasa penasaran akupun pun menyempatkan turun dari motor, berhenti meraba dan mendekatinya, ketika didekati seakan-akan sang lampu merah memberikan isyarat kegirangan menyambut kedatanganku, seolah ingin mengungkapkan sebuah letupan perasaan kecewa yang selama ini ia pendam, ia pun bergumam lirih,

Rabu, 01 Juni 2011

KISI - KISI PILU SEORANG BURUH

Di bawah ini beberapa contoh cerita unik / sedih yang terpaksa harus dilakoni sejumlah buruh pabrik, saya atau Anda mungkin pernah atau akan merasakan hal yang sama, jangan tersinggung yach bila kebetulan Anda pernah melakoninya.

Putus pacar atau nggak PD mau kawin gara-gara status kerjanya masih kontrak, terlebih di era sekarang status pekerjaan, jadi salah satu patokan perlu dilanjutkan atau tidaknya sebuah hubungan, sepanjang sistem kontrak berkepanjangan dan outsourching masih ditolelir dan dianggap legal, penyakit takut kawin jadi momok bagi para buruh lajang, bayang-bayang di tolak calon mertua, apalagi kalau ditanya calon mertua begini" kerjanya dimana le, sudah lama kerjanya?, lalu statusnya gimana?, paling sebisanya di jawab" anu Pak kerjanya di Jakarta, kerjanya sich sudah lama, ta..ta.ta .pi statusnya masih kontrak ( mau bohong ga bakat ), coba gimana ga sedih kalau calon mertua spontan mengucapkan; " Oh gitu tho koq betah banget di kontrak (dlm batin si buruh, bukan masalah betah ga betah, tapi saking ga kuasanya), " gini yo le, Bapak ga mau anak Bapak berhubungan dengan calon laki yang status kerja nya ga jelas, jadi mulai detik ini tolong jangan ganggu lagi putri bapak yach" jawab si buruh OK lah kalau begitu ( sambil menggerutu dalam hati,uch Bapak nggak up date kondisi ketenagakerjaan kita saat ini sich nasib....nasib ).