Selasa, 27 Oktober 2015

HIKMAH KECEMPLUNG SEPTY TANK



Oleh : Tri Wahyudi

Hidup di  sebuah komplek perumahan, memang punya kesan yang berbeda dibandingkan dengan kita hidup di pemukiman umum, hal yang umum mencuat dan ini biasanya di generalisir adalah “Hidup di perumahan itu sikap individualis nya lebih kental, gampangnya itu loe..loe...gue..gue” buat ane pendapat itu ada benarnya juga soalnya fakta terlanjur bicara seperti itu, terlebih jika kita berada di perumahan  elit, bisa jadi ama tetangga sebelah aja kita nggak kenal, pantaslah akrab terdengar di telinga,  jika sampai terjadi peristiwa kriminal khususnya yang terjadi di komplek perumahan, warga dalam komplek tidak atau kurang mengenal korban ataupun pelaku.

Senin, 07 September 2015

KEMUTAN (TERINGAT) AYAH
01/09/15

Aku adalah saksi hidup, betapa dulu kehidupan keluargaku begitu dihinakan khususnya terhadap ayah yang begitu aku muliakan, ironisnya tidak hanya dilakukan oleh orang lain yang tidak ada hubungan pertalian darah tapi justru dilakukan pula oleh orang-orang yang masih kerabat, aku tahu persis ayahku sepanjang hidupnya sepertinya tak punya niatan untuk menyinggung apalagi menyakiti orang lain, bahkan tak punya kekuatan untuk membalas segala hinaan dan sikap meremehkan terhadap beliau, yang aku tahu beliau memasrahkan semua nestapanya hanya pada yang kuasa, sedetikpun aku tak pernah melihat beliau mengeluarkan air mata dihadapanku tampaknya beliau sengaja sekuat tenaga menahan itu semua, agar aku tidak hanyut dalam kesedihan, tapi dilain waktu ketika beliau selesai sholat tanpa sengaja aku melihat air matanya berderai sambil berdoa pada yang kuasa, kehidupan keluarga kami memang sudah akrab disambangi keprihatinan, tapi apakah kondisi inilah yang seakan menghalalkan sikap mereka untuk menghina kami? begitu picik rasanya jika derajat seseorang hanya diukur dari takaran harta, yang membuat aku salut ayah tidak pernah terpuruk dan terlemahkan oleh segala hinaan yang diterima beliau, sepertinya perlakuan negatif mereka dijawab oleh beliau dengan sikap istiqomahnya dalam beribadah dan mencari nafkah, bahkan dalam kesempitannya khususnya di hari jum'at sudah seperti wajib bagi beliau untuk mengisi kotak amal.

Sabtu, 28 Februari 2015

DISAAT DAKU TUA

Tulisan ini dikutip dari sebuah kemasan yang menurut hemat saya sangat inovatif sekaligus inspiratif. dari salah satu pembungkus sealtape merk Da***a yang  kebetulan aku jual produknya di warungku, dibagian luar kemasan terdapat gambar perempuan renta dengan pandangan yang nampak kosong dan penuh harap, mengguratkan hasrat ingin diperhatikan,  dihiasi rangkaian kata-kata yang sangat menyentuh baik bagi kita sebagai orang tua ataupun bagi anak-anak remaja, dewasa yang kelakpun akan dijemput usia renta dan merasakan bagaimana susah dan senangnya jadi orang tua.....jadi RENUNGKANLAH!!!!!

( Begitu sabar dan penuh kasih sayang,bapak membimbingmu )

Kamis, 26 Februari 2015


 1. AMPLOP BUAT YANG PUNYA HAJAT KETUKAR SURAT KIR

 Hal ini dialami olehku sendiri, sekitaran setengah tahun lalu, kalo nggak salah pas bulan rajab, seperti dah jadi adat didesa, bulan-bulan tertentu dikatakan bulan yang bagus buat ngadain hajatan entah itu kawinan ataupun sunatan, kala itu akupun diundang untuk menghadiri nikahan, alkhamdulillah pada hari yang sama adapula undangan nikahan didesa yang lain, plus pada hari ini juga berbarengan dengan jadwal uji KIR mobil pickupku, ditambah hari ini asyik ngurusin nglayanin pembeli yang wira-wiri ketoko,sungguh kesibukan yang menyenangkan (moga bisnis ini berkah dan langgeng)